SHARE

Gambar di atas adalah salah satu adegan hujan-hujanan di Film Dilan 1991 yang diperankan oleh Iqbal dan Vanesha Prescilla yang direncanakan tayang di bioskop tanggal 28 Febuari 2019 di jaringan bioskop Indonesia.

Musim hujan telah tiba meski gak setiap hari turun hujan. Namun mendung selalu menghiasi langit-langit Jakarta tempat dimana saya dilahirkan. Banyak sebagian orang menggerutu dengan keadaan tersebut dan tak sedikit juga orang yang merasa bahagia akan turunnya hujan. Lantas apakah bener kebahagian tersebut hadir karena semata-mata kamu sebagai Pluviophile alias Pemuja Hujan?

Jika kamu melihat hujan dari sudut pandang “SEBAB” maka kamu akan mulai menjawab dengan menyimpulkan keadaan emosional yang sedang kamu rasakan. Misalnya, Kamu tak terlalu suka suasana yang terik, karena hal tersebut dapat menyengat kulit dan membuatmu gerah. Tapi, ketika langit mulai mendung dan tetes-tetes air hujan mulai jatuh dari langit, hatimu justru berkata “inilah saatnya!” saat itu juga kamu merasa gembira.

Ada hal lain lagi ketika kamu melihat hujan dari sudut pandang “PENYEBAB”, maksudnya, melihat dari kumpulan jawaban yang lebih luas dari sudut pandang SEBAB, yakni turunnya Rahmat dari Allah SWT. Kok bisa?

Hujan salah satu tanda bukti diantara kelembutan Allah SWT. Air hujan yang membasahi kita dengan kelembutan. Coba kamu bayangkan apabila yang turun bukan air melaikan batu-batu kerikil yang turun, bisa jadi tulisan ini tidak akan pernah di terbit dan terbaca oleh kamu.

Jadi, apakah kita penyembah hujan? Jelas jawabnya bukan. Karena, Jika bukan karena rahmat Allah SWT dia (hujan) tidak akan membuat kita gembira. Oleh sebab itu pintalah kepada Allah SWT tatkala hujan turun. Karena Allah sedang menurunkan RahmatNya. #hujan

اللّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً